Montessori

Wajib Tahu 5 Area Montessori Ini

Halo ParentsBlogpost ini merupakan lanjutan dari pembahasan kurikulum Montessori. Buat Parents yang belum baca boleh baca dulu di sini yaa biar makin punya gambaran lengkap tentang kurikulum Montessori. Di blogpost ini kita akan membahas tentang Area Montessori.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kurikulum Montessori dibagi ke dalam lima kategori. Biasa disebut juga dengan Area Montessori, yaitu area keterampilan hidup, area sensorial, area bahasa, area matematika, dan area budaya. Kali ini kita akan bahas secara umum masing-masing area yaa.

Area Keterampilan Hidup (Exercise of Practical Life – EPL)

Area Keterampilan Hidup seringkali dianggap juga sebagai dasar dari Metode Pendidikan Montessori. Di area ini, banyak disediakan material dan aktivitas yang bisa dikerjakan anak guna mendukung perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional mereka.

Area ini akan cocok dijelajahi oleh anak yang sedang dalam periode sensitif terhadap gerak. Kegiatan di area EPL yang bertujuan untuk meningkatkan kontrol gerakan anak-anak, melatih otot-otot tubuh anak, dan secara paralel memiliki pemahaman dan tujuan tertentu bergantung pada materialnya. Salah satu kegiatan EPL yang banyak melibatkan pembelajaran kontrol gerakan adalah kegiatan merawat lingkungan seperti: mengepel dan menyapu lantai, membersihkan cermin, menyiram tanaman, dan menyiapkan peralatan makan.

Area EPL dipandang sebagai dasar metode Montessori juga dikarenakan area ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemandirian, rasa tanggung jawab, serta citra diri yang positif. Selain itu, area ini juga menjadi tempat yang tepat untuk membiasakan anak untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan urutannya, mengasah konsentrasi, keterampilan motorik kasar dan motorik halus anak.

Beberapa contoh kegiatan di Area EPL:

  • Menyendok
  • Menuang Kering
  • Menuang Basah
  • Adab dan Sopan Santun
  • Menggunting
  • Memotong dengan pisau

Area Montessori: Area Sensorial

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, lima tahun kehidupan pertama seorang anak merupakan periode sensitif terhadap pengembangan indra (sense). Pengembangan indra atau sensory yang terjadi di masa anak-anak sangat penting bagi kualitas hidup anak di masa mendatang apalagi periode anak-anak ini tidak akan terulang lagi sehingga perlu dimanfaatkan dengan optimal.

Area sensorial Montessori bertujuan untuk mendukung penyempurnaan indra anak. Lebih spesifik lagi, area sensorial Montessori menyediakan berbagai material untuk mengembangkan indra penglihatan (visual), perabaan/sentuhan (tactile), pendengaran (auditory), penciuman, perasa, suhu, berat, stereognostis, dan kromatis.

Biasanya, anak akan mulai diperkenalkan ke area sensorial setelah ia familiar dengan kegiatan di area EPL.

Beberapa contoh material di Area Sensorial:

  • Knobbed Cylinders
  • Pink Tower
  • Touch Tablets
  • Stereognostik Bags
  • Sound Bottles

Area Montessori: Area Bahasa

Area Keterampilan Hidup (EPL) dan Area Sensorial Montessori menjadi dua area persiapan tidak langsung untuk bahasa. Di kelas Montessori, keterampilan berbahasa anak di area ini tidak hanya difokuskan agar anak bisa membaca dan menulis. Melainkan, area bahasa ini juga disediakan untuk melatih keterampilan anak bicara dan mendengarkan, seperti bagaimana Montessori lebih berfokus pada mendengarkan dan melafalkan bunyi huruf (fonik) dibandingkan dengan menghafal bentuk huruf.

Di metode Montessori, anak dikenalkan pada keterampilan menulis terlebih dahulu baru kemudian membaca. Hal ini dikarenakan menulis yang berupa goresan simbol dari tangan anak juga merupakan ekspresi kreatif yang diciptakan dari pemikiran anak. Sementara itu, membaca merupakan kegiatan yang lebih sulit karena tidak hanya anak harus bisa membuat serangkaian tulisan menjadi sesuatu yang dibaca tetapi juga harus bisa memahami ide dan pemikiran penulis (orang lain).

Beberapa contoh material di Area Bahasa:

  • Sand Paper Letters
  • Large Movable Alphabet
  • Pink Series
  • Blue Series
  • Green Series

Area Montessori: Area Matematika

Dr. Montessori memiliki pendekatan unik saat menyampaikan suatu pembelajaran kepada anak. Ia selalu memulai dengan mengenalkan informasi konkret ke anak lalu setelah memiliki pemahaman anak baru akan dikenalkan kepada hal-hal yang lebih abstrak.

Di sisi lain, matematika yang terdiri dari susunan angka bersifat abstrak terutama bagi anak jika diajarkan dengan penjelasan verbal, tekstual, kertas kerja (workbook), dan papan tulis. Belajar matematika juga seringkali dilakukan dengan metode menghafal sehingga membuat pemahaman dasar anak tentang matematika tidak kuat.

Berbeda ketika anak belajar di area matematika Montessori. Pembelajaran dilakukan melalui material konkret yang bisa diraba, dilihat, dan dirasakan anak. Hak ini tentu akan memudahkan siswa dalam memahami pembelajaran sebab material Montessori yang konkret disediakan mampu menunjukkan secara visual mengenai proses yang terjadi dalam operasi matematika (bilangan, penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian).

Beberapa contoh material di Area Matematika:

  • Sand Paper Number
  • Spindle Box
  • Number Rods & Cards
  • The Short Bead Stair
  • Golden Beads Operations

Area Budaya

Area Budaya di kelas Montessori mencakup beberapa aspek pembahasan yang berkaitan dengan budaya (culture), yaitu Zoologi, Botani, Geografi, Sejarah, dan Eksperimen Sains. Di area ini anak diajak berpetualang menjelajahi dunia baru yang lebih luas seperti dunia hewan, dunia tumbuhan, serta eksplorasi sains. Anak juga akan mengeksplorasi tata surya yang luas ini dimulai dari mengenal bumi, benua, dan negara. Pembelajaran tentang waktu dan membaca jam juga menjadi materi di area ini.

Anak mulai dari 4 tahun pasti akan tertarik dengan area ini sejalan dengan rasa keingintahuannya yang bertambah besar. Materi yang terlihat berat untuk anak usia dini ini disajikan dengan material yang menarik, seperti melalui puzzle, gambar berwarna, diorama tata surya, dsb. Meskipun demikian, anak yang berusia lebih kecil bisa beraktivitas ke area budaya seperti dalam kegiatan permainan ulang tahun dipandu dengan Direktris di dalam kelas.

Beberapa contoh material di Area Budaya:

  • Gambar Besar Hewan
  • Model Buah/Sayur
  • Folder Negara
  • Sandpaper globe
  • Permainan Ulang Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *