
Zoologi adalah segala sesuatu tentang hewan. Anak akan diajak bepertualang mengenal seluk beluk hewan. Seiring bertambahnya eksplorasi dengan dunia sekitar, anak usia dini akan mulai menumbuhkan kesadaran bahwa ada makhluk hidup lain yang berbagi tempat tinggal dengan manusia. Ada banyak hewan yang menggemaskan sekaligus menakjubkan di dunia ini. Sering kali, membuat anak kagum tak berkesudahan.
Dengan mempelajari zoologi, anak akan menjadi petualang cilik. Petualang cilik ini akan menjelajahi dunia hewan yang begitu beragam jenis dan bentuknya. Anak akan melakukan eksplorasi melalui kegiatan konkrit (interaksi fisik dengan hewan) dan material Montessori bergambar yang menarik, seperti Model Hewan dan Puzzle Hewan.
Dari sini kita bisa melihat yaa Parents, pendekatan yang digunakan tidak “memaksa” anak untuk hanya belajar tetapi juga bersenang-senang. Dengan demikian, manfaat yang diperoleh tidak hanya mendukung kemampuan belajar dan kognitif, tetapi juga menumbuhkan empati.
Di satu sisi, anak menjadi memahami tentang keluarga hewan atau animalia kingdom, bagian tubuh hewan, karakteristik dan habitat hewan. Di sisi lain, anak juga diajarkan untuk menghormati semua makhluk hidup serta menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan.
Kalau Parents mau eksplorasi lagi tentang material tentang Zoologi, beberapa contohnya di bawah ini yaa.
Model hewan
Parents masih ingat kah? Dr. Montessori mengajak Parents untuk mengajarkan anak pembelajaran mulai dari hal yang konkrit menuju hal yang abstrak.
Hal konkrit yang bisa Parents lakukan adalah langsung melihat hewan di habitat asalnya. Misalnya, mengajak anak melihat dan mengelus kucing di halaman rumah, pergi ke pantai untuk melihat kepiting, kerang, dan ikan, pergi ke taman untuk melihat kupu-kupu, capung, burung, dan serangga.
Usahakan mengenalkan hewan dari alam yang merupakan habitat alami hewan sehingga mengunjungi kebun binatang untuk mengenalkan hewan adalah opsi terakhir. Walaupun Parents tinggal di kota yang cukup jauh dengan alam, Parents bisa ke taman atau kebun raya yang merupakan tempat tinggal yang lebih alami. Setidaknya, anak memiliki pengalaman dan pemahaman awal tentang hewan dan habitatnya secara nyata.

Setelah memiliki pengalaman konkrit, walaupun hanya dengan sedikit paparan karena keterbatasan lokasi, Parents bisa mulai mengenalkan hewan dengan cara yang lebih abstrak. Material awal yang dapat dikerjakan bersama anak adalah menggunakan Model Hewan (figurin hewan). Pengenalan Model Hewan ini bisa dimulai sejak usia 2,5 tahun tapi tetap disesuaikan dengan minat dan rasa ketertarikan anak yaa.
Parents bisa mengenalkan berbagai jenis hewan menggunakan Pelajaran Tiga Periode (3PL – 3 Periods of Learning). Material yang perlu disiapkan adalah model hewan yang berkualitas baik dan mirip dengan aslinya, kartu nama masing-masing hewan, dan alas kerja.
Melalui material ini, Parents juga bisa membahas bersama anak tentang ciri-ciri hewan seperti warna hewan, jumlah kaki, makanan, habitat, serta apakah hewan tersebut memiliki rambut, bulu, atau sisik.
Sebagai variasi, Parents juga bisa mengenalkan berbagai hewan dengan membaginya dalam kelompok tempat tinggalnya. Misalnya, keluarga hewan peternakan (Sapi, Domba, Kuda, Keledai, Babi, Bebek, dst), keluarga hewan kutub (Beruang Kutub, Pinguin, Walrus, dst), dan habitat lainnya.
Gambar Besar Hewan
Jika pada material Model Hewan, anak masih bisa merasakan bentuk tiga dimensi hewan dalam ukuran yang lebih kecil. Tahap selanjutnya Parents bisa mengajarkan dalam bentuk gambar yang lebih abstrak lagi. Gambar Besar Hewan adalah gambar tentang hewan yang sedang berada di habitat aslinya dan dicetak di kertas A4 putih. Lalu dibalik halaman gambar hewan dilengkapi dengan informasi dasar mengenai hewan, seperti ciri-ciri/ karakteristik hewan.
Material ini bertujuan untuk mengembangkan lebih lanjut minat anak terhadap hewan dan memberi pemahaman tentang ciri-ciri hewan. Parents bisa melakukan presentasi dengan metode yang sama seperti pada Model Hewan. Parents bisa presentasi dengan cara 3PL yang mengenalkan satu per satu nama hewan maupun variasi dengan menjelaskan karakteristik setiap hewan.
Kartu Terminologi Pengelompokkan Hewan
Jika anak menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap dunia hewan, Parents bisa membuat D.I.Y. beberapa kartu bergambar hewan/ kartu terminologi berdasarkan klasifikasi hewan. Kartu terminologi ini terdiri dari i) kartu kontrol (dalam satu kartu terdapat gambar dan kata), ii) kartu gambar, dan iii) kartu kata.
Untuk latar belakang kartu bergambar juga memiliki warna yang berbeda berdasarkan klasifikasi hewan sebagai berikut:
- Merah untuk Mamalia
- Hijau Muda untuk Ikan (Pisces)
- Biru Muda untuk Burung (Aves)
- Putih atau Abu-Abu untuk Moluska
- Ungu untuk Amfibi
- Cokelat untuk Reptil
- Kuning untuk Serangga

Kartu terminologi pengelompokkan hewan ini bertujuan untuk mengajarkan klasifikasi hewan secara sederhana. Material kartu terminologi pengelompokan hewan juga dibagi menjadi dua, Kartu Terminologi Pengelompokan Hewan Secara Luas dan Kartu Terminologi Pengelompokan Hewan Secara Spesifik.
Kartu Terminologi Pengelompokan Hewan Secara Luas dibuat untuk masing-masing klasifikasi hewan seperti mamalia, reptil, aves, dst. Sementara itu, Kartu Terminologi Pengelompokan Hewan Secara Spesifik dibuat untuk karakteristik yang spesifik, seperti burung (aves) yang tidak bisa terbang dan ikan air tawar.