Saat mempelajari Montessori, begitu sering saya mendengar istilah Prepared Environmet atau Lingkungan yang Dipersiapkan. Hal ini menjadi komponen penting dalam pendidikan Montessori. Menyediakan lingkungan yang aman, mudah dijangkau, dan berisi beragam material dengan beragam tingkat kesulitan untuk dijelajahi anak menjadi tujuan adanya Prepared Environment. Sekaligus untuk mendukung pembelajaran anak menjadi menyenangkan dan memfasilitasi anak untuk memiliki ruang gerak yang cukup.

Pada dasarnya, Prepared Environment mengacu kepada kelas Montessori yang disusun sedemikian rupa untuk menempatkan material, furnitur, dan perangkat lainnya untuk mendukung pembelajaran anak. Lingkungan kelas Montessori akan terlihat berbeda jika dibandingkan dengan kelas di sekolah konvensional. Jika kita terbiasa mengenal kelas PAUD atau TK yang umumnya bernuansa warna-warna yang cerah dan ceria, di kelas Montessori warna yang ditampilkan justru warna yang lebih tenang dan natural sesuai dengan furnitur dan material di kelas yang didominasi berbahan dasar kayu.
Lingkungan kelas Montessori lebih terlihat sebagai ruangan yang berpusat pada anak (child-centered). Kelas Montessori didesain sebagai ruangan terbuka dan mudah dijangkau. Ciri khasnya tidak ada papan tulis dan tempat khusus untuk guru di depan ruangan, melainkan ruangan yang ada berisi rak terbuka setinggi anak yang penuh dengan material dari berbagai area Montessori dan di antara rak-rak tersebut terdapat meja dan kursi kecil serta banyak ruang kosong yang bisa digunakan anak untuk bebas mengeksplorasi material Montessori yang ia pilih untuk kerjakan hari ini.
Ruang kelas Montessori yang kita kenal saat ini sudah dirancang oleh Dr. Montessori sejak awal penelitiannya. Ia menyiapkan lingkungan Montessori disusun untuk mendukung perkembangan dan minat anak dengan rentang usia yang berbeda (kelas Montessori menggabungkan anak rentang usia tertentu dalam satu kelas – baca di sini) serta lingkungan yang mampu mendukung orang dewasa yang sudah terlatih (dalam hal ini guru, direktris, atau orang tua) untuk bisa melakukan pengamatan atau observasi kepada anak muridnya.
Kelas Montessori juga begitu detail dalam memperhatikan tata letak material di raknya. Material disusun sesuai tingkat kesulitannya, mulai dari material yang paling mudah hingga yang paling sulit disusun mulai dari atas sebelah kiri dan bergeser ke kanan lalu ke bawah berurutan dari kiri ke kanan lagi. Urutan logis ini memberi anak-anak jalur pembelajaran yang jelas saat mereka sudah menguasai satu material dan akan bergerak ke material berikutnya.

Dengan tata letak material dan furnitur di kelas Montessori seperti penjelasan di atas, pendidikan Montessori memperlihatkan bahwa ruang kelas menjadi ruang yang memberikan kebebasan yang aman sekaligus mendukung murid untuk mengeksplorasi keterampilan dan pengetahuan mereka dari berbagai konsep tujuan material yang ditampilkan secara terbuka. Lingkungan tanpa jadwal harian yang sudah ditentukan. tanpa guru yang mendikte pelajaran, dan dengan ruang gerak yang leluasa mendukung anak untuk meningkatkan kepercayaan diri dan citra diri yang positif.
Melalui lingkungan yang dipersiapkan ini, guru menyediakan tempat yang mendorong anak untuk dapat mengasah kemampuan kognitif dengan belajar memperbaiki sendiri (self-correcting) kesalahan saat bekerja dengan material karena guru berperan untuk menjelaskan secukupnya di awal pembelajaran mengenai cara bekerja satu material selebihnya anak yang bekerja sendiri menggunakan tangannya (hands-on) dan guru mengamati. Ingat kan pesan Dr. Montessori? “What the hand does, the mind remember.”
Tidak hanya itu, ruang kelas Montessori juga terbuka untuk mendorong kemampuan sosial anak, untuk saling berinteraksi, bekerja sama mengerjakan suatu material bersama, atau mungkin untuk menunggu giliran menggunakan material tertentu. Sebab di kelas Montessori, meskipun banyak variasi materialnya, satu jenis material hanya tersedia satu unit sehingga jika anak dapat menggunakannya secara bergantian atau bersama-sama, apabila mereka mau.
Sekarang kita sudah mengetahui manfaat dan pentingnya Prepared Environment atau Lingkungan yang Dipersiapkan. Dr. Montessori percaya bahwa pendidikan harus menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya, di antaranya melalui Prepared Environment ini, Parents.
Tapi mungkin Parents masih agak kurang relate yaa secara Lingkungan yang Dipersiapkan yang kita bahas ini rujukannya ya ke kelas di sekolah Montessori. Eits, jangan sedih. Parents juga bisa lho membuat Prepared Environment sendiri di rumah. Apalagi sudah paham nih gambaran umum dan poin-poin penting yang harus diterapkan.
Mungkin ke depannya, saya coba bikin blog yang membahas tentang menyiapkan Prepared Environment di rumah yaa Parents. Untuk sementara, boleh cek dulu video Tiktok ini yaa. Sampai ketemu di blog berikutnya!




