Kelas Montessori yang ideal harus memiliki penerangan yang cukup dan mengarah ke halaman. Anak-anak juga diberikan kebebasan untuk berada di luar sesuai keinginan. Halaman di sekolah Montessori harus memiliki rumput, tanaman bunga atau tanaman yang bisa ditanam anak-anak. Selain itu, halaman ini juga dibuat sedemikian rupa dengan harapan akan ada hewan liar yang datang mengunjungi.
Menjaga keselarasan alam pada dasarnya adalah fitrah alami anak. Dengan demikian, anak-anak diharapkan sejak kecil memiliki kedekatan dengan alam. Hal ini penting untuk memastikan keterhubungan anak dan alam tetap terjaga.

Meja Alam
Salah satu hal tentang botani yang bisa disiapkan adalah membuat Meja Alam atau (Nature Table) di area kelas Ilmu Budaya. Meja Alam bisa menjadi proyek bersama anak untuk menampilkan berbagai hal tentang hewan atau tanaman.
Salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menanam benih tumbuhan, seperti kacang hijau. Anak akan memberi label nama sendiri untuk proyeknya. Anak juga diminta untuk merawatnya dengan baik seperti ia menjaga lingkungan sekitar.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah melakukan observasi siklus hidup hewan-hewan kecil, seperti ulat atau kecebong. Tugas anak adalah mengamati jika ada perubahan atas hewan tersebut.
Meja Alam juga bisa menjadi tempat untuk kumpulan tumbuh-tumbuhan berdasarkan lokasi seperti di pantai, pegunungan, dsb. Dengan demikian, Meja Alam dapat menjadi diorama atau wadah kumpulan hewan dan tanaman sekaligus tempat observasi anak dalam rangka mengasah rasa ingin tahunya.
Puzzle Botani
Parents bisa jadi setuju bahwa anak-anak sangat menyukai tantangan menyelesaikan puzzle. Salah satu material Montessori untuk mengenalkan tanaman adalah botany puzzle (bisa dibeli di sini). Anak pasti akan senang bekerja dengan material ini.

Puzzle ini di antaranya memiliki bentuk pohon dan bunga. Bahan utama dari puzzle ini adalah kayu dan memiliki warna yang menyerupai aslinya. Puzzle pohon, misalnya, akan memiliki bagian-bagian pohon mulai dari akar, batang, cabang, dan daun. Dengan demikian, anak dapat melepas-memasang bagian pohon dan mengidentifikasi sesuai namanya. Begitu pula dengan puzzle bergambar bunga. Anak akan belajar tentang bagian-bagian bunga melalui puzzle.