Kita sudah membahas di blogpost sebelumnya, anak akan diperkenalkan terlebih dahulu di Area Exercise of Practical Life (EPL) untuk melatih konsentrasi dan kepercayaan dirinya. Setelah anak familiar di sana, direktris akan mengajak anak untuk mengeksplorasi material di Area Sensorial kepada anak.
Lima tahun kehidupan pertama seorang anak merupakan periode sensitif terhadap pengembangan indra (sense). Pengembangan indra atau sensory yang terjadi di masa anak-anak sangat penting bagi kualitas hidup anak di masa mendatang apalagi periode anak-anak ini tidak akan terulang lagi sehingga perlu dimanfaatkan dengan optimal. Di lingkungan Montessori, anak dalam periode ini akan diarahkan untuk bekerja di Area Sensorial untuk mendukung penyempurnaan indranya.
Ada apa di Area Sensorial Montessori?
Area Sensorial di lingkungan Montessori merupakan salah satu area yang memiliki material yang penuh warna. Variasi bentuk material di area ini sering memantik rasa penasaran dan ketertarikan anak untuk mengasah kemampuan indra mereka. Material di area ini unik dan khusus didesain oleh Dr. Montessori berdasarkan penelitiannya sehingga kita hampir tidak bisa menemukannya di sekolah lain.
Tujuan Area Sensorial
Dr. Montessori merancang material di area ini dengan tujuan untuk memberikan stimulasi untuk setiap indra anak. Untuk itu, material di kelas Montessori dibagi menjadi material pelatihan penglihatan (visual), perabaan (tactile), penciuman (olfactory), pengecapan (gustatory), dan pendengaran (auditory). Aktivitas di kelas Montessori juga melibatkan indra keseimbangan dan kesadaran tubuh. Semakin menarik ketika Area Sensorial ini juga memiliki material yang berfungsi mengasah indra sekaligus untuk persiapan ke area matematika. Ini kita akan bahas lebih dalam di bagian selanjutnya di bawah yaa.
Material di Area Sensorial dibuat untuk mengajarkan anak tentang
cara membedakan/ mendiskriminasikan, membandingkan, dan mengelompokkan satu objek dengan objek lainnya baik dari sisi warna, ukuran, tekstur, temperatur, dan sebagainya. Seperangkat keterampilan tadi diperlukan sebagai fondasi untuk kemampuan menulis.
Penggunaan material di Area Sensorial juga erat dengan pengembangan motorik halus anak sebagai persiapan anak menulis. Dalam hal ini, anak diharuskan untuk menggunakan ujung jempol dan telunjuk atau gerakan pincer grip saat mengambil material. Selanjutnya, sama seperti area lainnya, semua material diletakkan dan dikerjakan dari kiri ke kanan sebagai persiapan anak membaca.

Persiapan Berhitung dan Konsep Matematika
Tidak hanya itu, beberapa material di area ini juga mengajarkan konsep awal matematika, yaitu mencocokkan, mengurutkan, dan korespondensi satu-satu dalam hal ini seperangkat material yang terdiri dari beberapa objek dengan tingkat kualitas berbeda yang memiliki tepat satu pasangan yang sama. Contohnya pada material Touch Tablets, yaitu material berupa 4 pasang tablet berbentuk kotak dengan sand paper di atasnya dan saat diraba tiap tablet tersebut memiliki tekstur yang berbeda-beda (paling kasar sampai paling halus) dan anak akan bekerja mencocokkan satu tablet dengan pasangannya tablet lain yang memiliki tekstur yang identik dan mengurutkannya.
Dengan demikian, Parents semakin aware yaa kalau di lingkungan Montessori seorang anak tidak semata-mata langsung diajarkan untuk membaca, menulis, dan berhitung. Akan tetapi, anak dipersiapkan dari dasar dengan cara yang bahkan anak tidak menyadarinya kalau ia sedang belajar untuk kemampuan yang lebih besar.
Nah, ada satu hal yang belum pernah saya bahas sebelumnya nih Parents, semua material Montessori termasuk di Area Sensorial memiliki kontrol kesalahan sehingga anak bisa dengan mudah menemukan atau melihat kesalahan yang dilakukan dan memperbaikinya sendiri. Lebih lanjut akan saya contohnya di masing-masing material di bawah ya.
Setiap material di Area Sensorial juga menawarkan banyak variasi cara untuk digunakan sehingga anak akan merasa senang dan bertahan untuk mengeksplorasi satu material. Namun, terkadang anak terlalu bersemangat atau belum mengerti sehingga ia menyalahgunakan cara kerja dengan material. Di sini peran guru di kelas menjadi penting untuk mengenalkan cara kerja material dan variasinya serta menghentikan anak apabila terjadi penyalahgunaan.
Area Pelatihan Penglihatan (Visual)
Seperti yang tadi sudah kita bahas yaa Parents, material di Area Sensorial ini dibagi berdasarkan jenis indra manusia. Untuk Area Pelatihan Visual ini sangat menarik bagi anak karena materialnya penuh warna, bentuknya beragam dan tidak banyak ditemui di lingkungan sekitar, dan benar-benar bisa memenuhi rasa penasaran anak yang sedang menyempurnakan indranya.
Ada banyak jenis material di area ini. Oleh karena itu, maaf yaa Parents saya gak bisa jelaskan semua di satu blogpost ini. Tapi tenaang, saya kasih gambaran beberapa materialnya yaa.
Pink Tower
Salah satu material yang banyak ditemui dan iconic dalam pembelajaran Montessori adalah Pink Tower. Material ini terdiri dari 10 balok berwarna pink dengan ukuran yang berbeda-beda yang dapat disusun ke atas menjadi menara atau pun bisa disusun ke samping berurutan sesuai ukurannya. Pink tower bertujuan untuk melatih visual anak untuk membedakan ukuran benda dan memperkuat persepsi otot anak tentang dimensi benda. Menariknya, Pink Tower ini juga untuk mempersiapkan anak pada matematika secara tidak langsung dengan memberikan pengalaman dalam perbandingan, penilaian
dan mengurutkan.

Knobbed Cylinders
Knobbed Cylinders merupakan seperangkat silinder kayu yang memiliki ukuran yang berbeda-beda dan dapat dikenali perbedaan ukurannya dari visual materialnya. Terdapat 4 balok yang masing-masing memiliki 10 silinder yang perbedaannya sebagai berikut:
- Balok 1: memiliki 10 silinder dengan tinggi dan diameter yang berbeda. Silinder pada balok ini diurutkan dari panjang dan lebar ke pendek dan sempit
- Balok 2: memiliki 10 silinder dengan tinggi dan diameter yang berbeda. Silinder pada balok ini diurutkan dari panjang dan sempit ke pendek dan lebar
- Balok 3: memiliki 10 silinder yang berbeda pada diameternya saja
- Balok 4: memiliki 10 silinder yang berbeda pada tingginya saja
Selain bertujuan untuk melatih indra penglihatan atau visual anak, tujuan tidak langsung material ini adalah untuk menyempurnakan persepsi visual anak tentang dimensi, mengembangkan kontrol motorik halus anak, serta sebagai persiapan tidak langsung untuk menulis dengan kemampuan menjepit dengan ibu jari.

Color Box
Di kelas Montessori, penyempurnaan persepsi visual anak pada warna dilakukan melalui media material Color Box. Terdapat 3 macam Color Box. Color Box 1 untuk mengenalkan warna primer (merah, kuning, dan biru); Color Box 2 untuk mengenalkan warna primer dan sekunder (jingga, hijau, ungu, merah muda, abu-abu, coklat, putih, dan hitam); dan Color Box 3 untuk mengenalkan gradasi warna dari yang paling gelap ke paling terang.

Area Pelatihan Perabaan (Tactile)
Di Area Pelatihan Tactile ini, para Direktris menyiapkan material untuk mengasah kepekaan indra peraba anak. Anak akan dilatih untuk membedakan tekstur kasar dan halus beserta gradasinya, membedakan temperatur benda yang lebih dingin dan lebih hangat, serta membedakan berat dari suatu benda.
Area ini juga menyiapkan anak sebelum memasuki area bahasa, matematika, dan budaya yang akan dimulai dengan sand-paper letter/number/globe. Anak akan meraba huruf/angka/daratan yang timbul dan permukaannya lebih kasar untuk merasakan bentuknya bukan hanya menghafal bentuknya. Kembali lagi pada pesan Dr. Montessori, “What the hand does, the mind remembers”.

Nanti kalau Parents tertarik dengan material di terkait taktil ini, bisa saya buatkan blogpost khusus. Boleh comment di bawah yaa.
Area Pelatihan Penciuman (Olfactory)
Smelling Bottles adalah material yang digunakan di sebagai media pelatihan penciuman di kelas Montessori. Pada dasarnya, Smelling Bottles merupakan beberapa pasang botol yang berisi essenssial oils atau minyak aroma dengan aroma yang berbeda-beda di setiap pasang botol. Pastikan untuk menggunakan aroma yang aman untuk anak ya Parents. Anak yang bekerja dengan smelling bottles akan mengenal berbagai macam aroma dan kemudian bisa mencocokkan aroma yang sama dari botol yang berbeda.
Sebab, smelling bottles ini bertujuan selain untuk melatih penciuman, juga mengembangkan kesadaran akan bau dan wewangian serta secara tidak langsung melatih konsentrasi, koordinasi, dan kemandirian anak.
Area Pelatihan Pengecapan (Gustatory)
Di area ini, material yang disediakan berupa Tasting Bottles yaitu satu set botol yang terdiri dari 4 pasang botol yang berisi cairan dengan rasa manis (air gula), asin (air garam), asam (air lemon), dan pahit (air tonik/ air sayur). Tujuan material ini adalah untuk latihan pengecapan dan mengembangkan kesadaran akan rasa.
Saat bekerja menggunakan Tasting Bottles anak bisa mencicipi air dalam botol dan mencocokkan botol dengan rasa yang sama. Untuk variasi, Direktris dapat memandu untuk menutup mata anak dan mencocokkan botol dan rasa cairannya. Tasting Bottles ini dapat dibuat sendiri di rumah dan bisa jadi kegiatan menyenangkan bersama si Kecil lho Parents.

Area Pelatihan Pendengaran (Auditory)
Material yang tersedia di area auditory adalah Sound Boxes. Sound Boxes merupakan satu set yang terdiri dari 4 pasang botol kayu yang apabila dikocok botolnya akan menghasilkan suara yang berbeda-beda. Mirip dengan Smelling Bottles dan Tasting Bottles, anak yang bekerja dengan Sound Boxes akan mencocokkan sepasang botol yang memiiki suara yang sama. Di akhir, anak akan melihat apakah hasil pekerjaannya benar dengan melihat kode warna di bawah botol.
Tujuan dari Sound Boxes ini adalah untuk melatih pendengaran sekaligus secara tidak langsung bertujuan untuk menyempurnakan memori pendengaran anak dan memberi pengalaman dalam mencocokkan dan membedakan gradasi suara.
Pengantar Persiapan Matematika
Tidak hanya bertujuan melatih dan menyempurnakan indra anak, Area Sensorial ini juga memiliki beberapa material untuk memperkenalkan anak pada konsep matematika, seperti material Pengantar Geometri dan Pengantar Aljabar. Matematika kok ada di Area Sensorial sih?
Nah, ini karena material Pengantar Geometri dan Pengantar Aljabar ini dikerjakan dengan banyak melibatkan indra penglihatan seperti dalam mempersepsikan perbedaan bentuk dan warna objek serta melibatkan indra perabaan untuk meraba bentuk geometri bangun datar dan bangun ruang.
Dengan demikian, material persiapan matematika di area sensorial ini, misalnya constructive triangle, geometric solids, dan binomial cubes, lebih bertujuan pada memberikan stimulasi kepada anak dan bereksperimen pada tahap sensorial untuk membentuk pengalaman dan ketertarikan secara tidak langsung pada matematika melalui bentuk-bentuk geometri, bangun ruang, dan kubus binomial.




